Bagi Helwa, media sosial bukan hanya tempat untuk berbagi aktivitas. Lebih dari itu, platform digital menjadi ruang untuk membangun komunikasi dengan audiens sekaligus membentuk personal branding.
Dari proses tersebut, muncul sebuah pemikiran untuk membawa perjalanan digitalnya ke tingkat yang lebih jauh.
Bukan hanya menjadi influencer, tetapi juga membangun bisnis sendiri.
Peluang di industri kecantikan kemudian menjadi pilihan yang ia tekuni.
Dari sanalah lahir Fahelora, brand skincare yang kini menjadi bagian dari perjalanan Helwa sebagai seorang entrepreneur.
Fahelora, Lebih dari Sekadar Bisnis
Bagi Helwa, membangun Fahelora bukan sekadar persoalan menjual produk skincare.
Ada cerita personal yang ingin ia tanamkan di dalam brand tersebut. Pengalaman hidup yang pernah membuatnya merasa tidak diterima justru menjadi salah satu alasan untuk membangun sebuah brand yang membawa pesan tentang kepercayaan diri.
“Fahelora bagi saya bukan hanya sebuah bisnis. Ada cerita, perjuangan, dan proses di dalamnya. Saya ingin orang yang menggunakan produk Fahelora juga mendapatkan semangat bahwa mereka berhak merasa percaya diri dan berani menjadi versi terbaik dari dirinya,” ungkapnya.
Karena itu, perjalanan Fahelora bagi Helwa bukan hanya tentang pertumbuhan sebuah bisnis, tetapi juga tentang proses membangun sesuatu dari pengalaman dan keyakinannya sendiri.
Tidak Lagi Mengejar Pengakuan
Pengalaman pernah dikucilkan membuat Helwa belajar satu hal penting: seseorang tidak harus menunggu diterima oleh semua orang untuk bisa berkembang.
