Kisah Ibu Saena di Kokop, Pemkab Bangkalan Turun Tangan: Pendidikan Anak-anaknya Jadi Perhatian

Ibu Saena, sosok seorang yang hidupnya sebatang kara hidup dengan delapan anak. Saena dan dinas sosial, camat Kokop saat diberikan bantuan sembako. (Foto : Jatiminfo.id).

“Saya meminta supaya anak-anaknya masuk ke Sekolah Rakyat. Kami siap mengawal dan memfasilitasinya,” tegasnya.

Perhatian terhadap kondisi ibu Saena juga datang dari anggota DPRD Bangkalan, Nur Hakim. Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan Camat Kokop agar kondisi keluarga tersebut segera ditindaklanjuti, termasuk melalui verifikasi kelayakan untuk memperoleh bantuan pemerintah.

“Setelah membaca dan melihat kondisi Ibu Saena asal Kecamatan Kokop, saya langsung berkoordinasi dengan Camat Kokop agar beliau segera dikunjungi dan dilakukan verifikasi kelayakan untuk mendapatkan bantuan,” terang Hakim kepada media ini.

Menurutnya, bantuan yang dibutuhkan tidak seharusnya berhenti pada pemenuhan kebutuhan pokok. Kondisi tempat tinggal serta kebutuhan jangka panjang keluarga juga perlu menjadi perhatian agar ibu Saena dan anak-anaknya dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak.

Hakim mengaku telah berkoordinasi dengan Bupati Bangkalan untuk mengupayakan akses pendidikan bagi anak-anak Saena melalui program Sekolah Rakyat.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Bapak Bupati Bangkalan supaya anak-anak Ibu Saena bisa mendapatkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat. Jangan sampai pendidikan anak-anaknya dikorbankan. Kami siap berjuang untuk membantu memfasilitasi pendidikan mereka,” pungkasnya.

Turunnya pemerintah dan perhatian DPRD menjadi langkah awal dalam merespons kondisi Saena. Namun, keberlanjutan bantuan, kepastian akses pendidikan, serta kemungkinan perbaikan rumah perlu ditindaklanjuti sesuai hasil verifikasi dan ketentuan program yang berlaku.

Exit mobile version