Opini  

Ketika Sastra Menjadi Jalan Berfilsafat

Heri Isnaini.

Begitu pula ketika membaca “Ronggeng Dukuh Paruk” karya Ahmad Tohari. Banyak pembaca melihat novel itu sebagai kritik sosial atau potret kehidupan pedesaan. Pembacaan seperti itu tentu sah. Akan tetapi, jika kita berhenti di sana, kita mungkin kehilangan lapisan makna yang lebih dalam. Srintil bukan sekadar seorang ronggeng. Ia adalah simbol tentang tubuh, tradisi, kekuasaan, dan manusia yang terus berusaha menemukan martabatnya di tengah pusaran sejarah. Sastra menghadirkan realitas yang tidak selalu dapat dijelaskan oleh statistik atau laporan ilmiah. Ia mengajak kita memahami manusia melalui pengalaman.

Pengalaman yang tidak jauh berbeda saya temukan ketika menyelami mantra-mantra Sunda. Banyak orang menganggap mantra hanyalah warisan folklor atau peninggalan masa lalu yang kehilangan relevansinya. Padahal, ketika seorang pemantra mengucapkan kata-kata sebelum memasuki hutan atau memulai sebuah pekerjaan, sesungguhnya ia sedang membangun hubungan simbolik dengan alam dan kehidupan.

Bahasa dalam mantra bukan sekadar bunyi. Ia adalah ejawantah cara manusia menghormati semesta, mengakui keterbatasannya, sekaligus memohon keselamatan kepada Yang Mahakuasa. Dalam mantra, kata tidak hanya menunjuk realitas; kata ikut membentuk cara manusia menghayati realitas itu sendiri. Di titik inilah saya mulai merasa bahwa sastra sesungguhnya adalah jalan berfilsafat.

Filsafat sering dipahami sebagai dunia konsep yang rumit, penuh istilah asing, dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, filsafat lahir dari keberanian untuk bertanya terhadap pengalaman yang paling dekat dengan manusia. Ketika kita bertanya mengapa sebuah puisi mampu menyentuh batin, sesungguhnya kita sedang memasuki filsafat bahasa. Ketika kita bertanya mengapa sebuah cerita dapat menghadirkan kebenaran yang tidak ditemukan dalam laporan ilmiah, kita sedang memasuki hermeneutika. Ketika kita bertanya mengapa simbol-simbol budaya tetap hidup melampaui zaman, kita sedang berbicara tentang ontologi dan makna keberadaan.

Exit mobile version