Dengan demikian, saya punya keyakinan Insyaallah Almarhum mendapatkan tempat yang baik di sisi Allah SWT,” tuturnya.
Kholilurrahman juga menegaskan bahwa Pemkab Pamekasan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai hak dan jaminan sosial yang semestinya diterima keluarga korban.
“Silakan ditanyakan kepada instansi terkait. Namun saya yakin jaminan sosial itu ada, apalagi beliau gugur dalam menjalankan tugas. Usianya masih sangat muda, 33 tahun, sedang produktif-produktifnya,” katanya.
Ia berharap keluarga yang ditinggalkan mendapat perhatian dan dukungan, baik dari perusahaan tempat Riyan bekerja maupun pemerintah.
“Bukan hanya untuk PT tersebut, tetapi juga kepada pemerintah secara keseluruhan. Saya berharap adanya support, partisipasi, dan terutama perhatian. Saya sebenarnya ada acara lain, akan tetapi saya mendahulukan hadir untuk keluarga di sini,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak keluarga mengenang Riyan sebagai sosok yang sabar dan pendiam. Yati, saudara korban, mengatakan Riyan baru sekitar tiga hingga empat bulan bekerja di PT Virgo. Sebelumnya, ia juga bekerja di bidang pelayaran.
Riyan terakhir pulang ke rumah pada Jumat (12/9) sekitar pukul 08.00 WIB setelah mengambil tambahan cuti selama dua hari. Seharusnya ia pulang pada Rabu, namun baru dapat kembali pada Jumat.
Pada Sabtu (13/9) sekitar pukul 10.00 WIB, Riyan kembali berangkat dari Surabaya. Malam harinya, ia masih sempat menghubungi istri dan anaknya sebelum akhirnya hilang kontak sekitar pukul 01.00 WIB dini hari Minggu.
