Bencana tersebut menimbulkan korban jiwa, korban luka, serta kerusakan pada rumah dan sejumlah fasilitas umum. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat terdampak membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung proses penanganan pascabencana.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman mengatakan, donasi sekitar Rp100 juta tersebut dihimpun dari sumbangan para pegawai sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa.
“Para pegawai memberikan sumbangan sekitar Rp100 juta sebagai inisiasi awal,” ujar Iftitah.
Selain memberikan bantuan kemanusiaan, Kementrans juga tengah menyiapkan sejumlah program yang dapat diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak gempa NTT.
Iftitah mengatakan, sinergi antara Kemendes PDT dan Kementrans tetap diperlukan untuk memastikan program pemerintah dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kita ingin setelah dipisah itu tetap bersama-sama, tetap bersinergi, tetap berkolaborasi,” katanya.
Penyaluran donasi tersebut menjadi wujud gotong royong dan solidaritas pemerintah bersama jajaran pegawai kementerian untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi bencana.
Kemendes PDT dan Kementrans berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan di wilayah NTT.
