Keluarga Korban Datangi Polres Tanjung Perak Pertanyakan Nasib Perkara: Kami Hanya Minta Pelaku Segera Ditangkap

Aprilliana Tri Maharany, ibu korban pemerkosaan bergilir di Surabaya saat berada di depan Polres Tanjung Perak Surabaya didampingi oleh sejumlah wartawan. (Foto : Jatiminfo.id).

qSurabaya – Hampir dua bulan sejak laporan dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dilayangkan, keluarga korban kembali mendatangi Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, untuk mempertanyakan perkembangan penanganan perkara tersebut.

Kedatangan keluarga korban dilakukan oleh Aprilliana Tri Maharany, ibu korban, dengan didampingi sejumlah jurnalis asal Bangkalan yang turut mengawal perkembangan perkara tersebut.

Di hadapan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tanjung Perak Surabaya, Aprilliana menyampaikan kondisi psikologis putrinya yang hingga kini disebut masih mengalami trauma dan ketakutan akibat dugaan peristiwa yang dialaminya.

Bagi keluarga korban, persoalan tersebut bukan sekadar perkara hukum yang tercatat dalam sebuah laporan polisi. Ia menilai ada masa depan anaknya yang sedang dipertaruhkan dan membutuhkan kepastian penanganan dari aparat penegak hukum.

“Anak kami masih belia, tetapi masa depannya sudah hancur. Sampai sekarang anak saya masih trauma dan ketakutan. Kami datang ke sini untuk mempertanyakan bagaimana perkembangan perkara ini dan kapan ada kepastian hukum terhadap para terduga pelaku,” ujar Aprilliana.

Ia juga mengungkapkan keresahannya lantaran pihak-pihak yang disebut dalam laporan tersebut menurutnya masih dapat beraktivitas secara bebas di tengah proses hukum yang sedang berjalan.

“Yang membuat kami semakin terpukul, para terduga pelaku masih bebas berkeliaran. Perkara ini sudah hampir dua bulan berjalan. Kami sebagai orang tua tentu bertanya, sebenarnya sampai kapan kami harus menunggu?” katanya.

Exit mobile version