Opini  

Karhutla Tak Cukup Dipadamkan: Saatnya Pengetahuan Akademik Menentukan Arah Kebijakan

Arif Budi Prasetya.

Prinsip ini berlaku pula untuk program pemerintah di luar penanganan bencana. Kebijakan pendidikan, bantuan sosial, kesehatan, dan pembangunan daerah membutuhkan sistem komunikasi yang mampu mendeteksi masalah sejak awal serta memberikan umpan balik kepada pengambil keputusan. Respons cepat tidak berarti bertindak tanpa pertimbangan. Artinya, pemerintah mampu mengambil tindakan proporsional berdasarkan informasi yang tersedia, kemudian memperbaikinya ketika bukti baru ditemukan.

Akademisi Jangan Berhenti di Ruang Diskusi

Pelibatan akademisi oleh Presiden Prabowo membuka peluang untuk memperkuat hubungan antara pengetahuan dan kebijakan. Akan tetapi, hubungan itu perlu dirancang agar tidak berhenti pada konsultasi sesaat. Pemerintah dapat membentuk mekanisme kerja yang memungkinkan rekomendasi akademik diterjemahkan menjadi program, target, dan indikator evaluasi. Setiap rekomendasi penting perlu memperoleh tindak lanjut yang jelas: diterima, disesuaikan, atau belum dilaksanakan dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Perguruan tinggi juga perlu mengambil peran lebih aktif. Penelitian tidak cukup dipublikasikan dalam jurnal dan forum ilmiah. Temuan yang relevan bagi masyarakat harus diterjemahkan ke dalam ringkasan kebijakan, peta risiko, model komunikasi publik, serta rekomendasi yang dapat digunakan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Pada aspek lain, akademisi harus menjaga independensi dan keberanian intelektual. Tugas mereka bukan sekadar membenarkan kebijakan yang sudah dipilih, melainkan menguji asumsi, menunjukkan kelemahan program, dan menawarkan alternatif berdasarkan bukti. Pemerintah yang terbuka terhadap kritik ilmiah justru memiliki peluang lebih besar untuk memperbaiki kebijakannya. Pada akhirnya, keberhasilan penanganan karhutla tidak cukup diukur dari api yang berhasil dipadamkan atau banyaknya sumber daya yang dikerahkan. Keberhasilan juga harus dilihat dari kemampuan mencegah kebakaran berikutnya, melindungi warga, menggunakan anggaran secara tepat, dan membangun sistem respons yang lebih tangguh.

Exit mobile version