Opini  

Karhutla Tak Cukup Dipadamkan: Saatnya Pengetahuan Akademik Menentukan Arah Kebijakan

Arif Budi Prasetya.

Konsekuensinya, perencanaan anggaran harus bertumpu pada pemetaan risiko dan bukti lapangan. Akademisi dapat membantu mengidentifikasi wilayah prioritas, menguji kelayakan program, serta mengevaluasi apakah intervensi yang dipilih benar-benar memberikan hasil. Pemerintah juga perlu membedakan anggaran untuk respons darurat dan investasi pencegahan. Pemadaman membutuhkan pembiayaan yang dapat segera digunakan ketika keadaan mendesak. Pencegahan membutuhkan dukungan berkelanjutan untuk pemantauan, pemulihan ekosistem, edukasi masyarakat, dan penguatan kapasitas daerah. Keduanya tidak dapat dipertentangkan. Respons darurat menyelamatkan masyarakat ketika bencana terjadi, sedangkan pencegahan mengurangi kemungkinan kerugian yang sama terulang. Evaluasi anggaran seharusnya menilai keduanya berdasarkan kebutuhan dan hasil yang terukur.

Kemudian kontribusi akademisi menjadi konkret: membantu pemerintah menjawab pertanyaan tentang program mana yang paling mendesak, wilayah mana yang harus diprioritaskan, kelompok masyarakat mana yang membutuhkan intervensi, serta indikator apa yang digunakan untuk mengukur keberhasilan. Dengan demikian, pertanggungjawaban anggaran tidak berhenti pada laporan penyerapan dana. Publik perlu mengetahui apakah dana tersebut meningkatkan kesiapsiagaan, mempercepat penanganan, menurunkan risiko, dan melindungi masyarakat.

Kecepatan Respons Adalah Persoalan Komunikasi

Exit mobile version