Bangkalan – Polemik dugaan penggelapan Bantuan Sosial (Bansos) berupa beras dan minyak goreng di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, terus menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Kepala Desa Pesanggrahan, Sudaryanto, membantah keras tudingan yang menyebut dirinya menggelapkan bantuan tersebut. Di sisi lain, pendamping bansos Bulog Korcam Kwanyar, Hadiri, menyatakan pihaknya menemukan adanya kekurangan 19 sak beras dan 112 botol minyak goreng saat melakukan pencocokan data distribusi.
Sudaryanto menjelaskan bahwa penyaluran bantuan pangan selama ini memang selalu dipusatkan di balai desa. Namun, pada saat bantuan terbaru tiba, kondisi di lapangan tidak memungkinkan untuk dilakukan seperti biasanya.
Menurutnya, saat truk pengangkut bantuan dari Bulog datang, kunci balai desa belum ditemukan. Selain itu, ukuran kendaraan pengangkut yang besar membuat truk tidak dapat memasuki halaman balai desa.
Akibat kondisi tersebut, bantuan sementara diturunkan di rumah salah satu aparat desa sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
“Sejak dulu bantuan sosial memang selalu diturunkan di balai desa. Waktu itu kunci balai desa belum ketemu, sementara beras sudah datang. Kendaraan Bulog juga tidak bisa masuk ke balai desa karena ukurannya terlalu besar. Jadi bukan karena ada niat menyembunyikan atau menggelapkan bantuan, tetapi murni karena kondisi di lapangan,” tegas Sudaryanto kepada wartawan. Senin, (6/7/2026).
