Kades Pesanggrahan Bantah Gelapkan Bansos, Pendamping Sebut Beras Kurang 19 Sak dan Minyak 112 Botol

Ahmad Sudaryanto, Kepala Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kwanyar Bangkalan saat memberikan keterangan kepada awak media. (Foto : Jatiminfo.id).

“Memang benar anak saya meminta lima sak beras dan lima botol minyak goreng. Tetapi kalau disebut kekurangannya sampai 19 sak beras, saya tidak tahu dasar perhitungannya,” ungkapnya.

Sementara itu, pendamping bansos Bulog Korcam Kwanyar, Hadiri, memberikan penjelasan mengenai temuan kekurangan bantuan tersebut. Menurutnya, pihak pendamping baru mengetahui adanya selisih setelah pendistribusian tahap pertama selesai dan dilakukan pencocokan antara jumlah barang yang diterima dengan yang telah disalurkan.

“Kami tahunya setelah pendistribusian pertama selesai. Kami hitung dan kami sinkronkan datanya, ternyata terdapat kekurangan sebanyak 19 sak beras dan 112 botol minyak goreng,” jelas Hadiri.

Hadiri mengaku informasi mengenai dugaan pengambilan bantuan itu diperoleh dari keterangan salah satu aparat desa bernama Amin.

“Justru kami tahunya dari pernyataan Pak Amin, salah satu apel Desa Pesanggrahan. Kata Pak Amin, dua anak kepala desa yang mengambil bansos beras itu. Tetapi berapa jumlah yang diambil kami tidak tahu. Yang jelas hasil perhitungan kami, beras berkurang 19 sak, sedangkan minyak goreng berkurang 112 botol,” katanya.

Perbedaan keterangan antara kepala desa dan pendamping bansos tersebut kini menjadi sorotan. Di satu sisi, kepala desa membantah adanya penggelapan dan mengaku tidak mengetahui proses distribusi sebagian bantuan. Di sisi lain, pendamping mencatat adanya selisih distribusi berdasarkan hasil sinkronisasi data serta informasi dari aparat desa.

Exit mobile version