Sumenep – Meninggalnya seorang ibu saat melahirkan di Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, menjadi sorotan warga. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan terkait peran tenaga kesehatan Puskesmas Masalembu dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada ibu hamil.
Amrullah, warga Desa Sukajeruk, mempertanyakan minimnya warga yang disebut memilih Puskesmas Masalembu sebagai tempat persalinan. Ia meminta pihak puskesmas mengevaluasi pelayanan sekaligus meningkatkan sosialisasi tentang kehamilan dan persalinan yang aman.
“Ke mana peran tenaga kesehatan dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat? Mengapa warga hampir jarang melahirkan di puskesmas? Ini perlu menjadi perhatian dan evaluasi serius,” ujarnya.
Sosialisasi kesehatan ibu dan anak tidak boleh hanya menjadi kegiatan formalitas. Tenaga kesehatan perlu aktif memberikan edukasi melalui posyandu, kunjungan rumah, kelas ibu hamil, serta pendampingan oleh bidan desa dan kader kesehatan.
“Tenaga Kesehatan Puskesmas Masalembu dan Dinas Kesehatan harus melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan ibu dan anak, termasuk penyebab warga jarang memilih puskesmas untuk persalinan,” tukasnya.
Menurutnya, upaya mencegah kematian ibu hamil dan ibu melahirkan harus dilakukan secara nyata melalui sosialisasi berkelanjutan, pemantauan kehamilan berisiko tinggi, serta kesiapan pelayanan persalinan dan rujukan.
Pihak puskesmas juga perlu membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar keluhan maupun kekhawatiran warga dapat diketahui dan ditindaklanjuti.
