“Tantangan adik-adik perhari ini semakin kompleks, melihat dinamika sosial politik kita hari ini, jadi harus mampu open mind, agar bisa beradaptasi dengan keadaan,” jelas pemateri.
Selain itu, pemateri menekankan pentingnya penguatan pendidikan kepemimpinan berbasis nilai keislaman dan kebangsaan, peningkatan literasi kebijakan publik, serta penciptaan ruang partisipasi agar generasi muda terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan.
Menurutnya, tanpa transformasi cara berpikir dan bertindak para pemimpin, visi Indonesia Emas 2045 berpotensi hanya menjadi jargon tanpa substansi.
