Harga Elpiji 3kg Tembus Rp100 Ribu, Anggota DPRD Sumenep Desak Atasi Kelangkaan Elpiji

Ahmad Juhairi, Anggota komisi I DPRD kabupaten Sumenep fraksi Nasdem berikan himbauan kepada pihak terkait agar dapat mengatasi kelangkaan elpiji 3kg di Sumenep. (Foto : Jatiminfo.id).

Sumenep – Kelangkaan tabung gas elpiji 3 Kilogram (elpiji 3kg) kembali muncul sebagai isu yang tak kunjung selesai. Akibat kelangkaan tersebut, harga elpiji 3 kg kini tembus Rp100 ribu. Jumat, (30/01/2026).

Tak hanya dibebankan soal harga, melainkan berdampak langsung kepada semua kalangan masyarakat, termasuk kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha mikro yang mengandalkan gas 3kg untuk kebutuhan harian.

Ahmad Juhairi, anggota DPRD Sumenep menyampaikan, masalah kelangkaan gas elpiji ini tidak hanya disebabkan oleh ketidak seimbangan pasokan, tetapi juga terdapat kelemahan sistem distribusi dan mengindikasikan adanya penimbunan yang di lakukan oleh agen dan pengecer.

“Mendengar keluhan masyarakat yang semakin keras, tentu saya tidak tutup mata. Kami sudah menginformasikan kepada pihak terkait agar diperhatikan secara serius, dan berusaha mencari solusi atas kelangkaan gas yang terus berulang,” ujarnya. Jumat, (30/01/2026).

Ia menegaskan agar instansi terkait segera bertindak tegas terhadap agen dan pangkalan yang diduga terlibat dalam praktik penimbunan atau distribusi gas yang melanggar ketentuan, apalagi terdapat praktik menjual diatas harga yang telah di tetapkan oleh pemerintah (HET).

“Kelangkaan bukan alasan untuk mempermainkan harga, karena dampaknya akan memberatkan masyarakat, apalagi sampai 100 ribu per tabung, ini jelas melanggar,” tegasnya.

Disisi lain, Ahmad Juhairi juga mendesak agar pangkalan yang terbukti melanggar aturan dikenakan sanksi yang tegas sebagai efek jera.

Exit mobile version