Opini  

Hardiknas di Era Eksperimen Kebijakan: Pendidikan Dikorbankan oleh Uji Coba Tanpa Arah

Abdur Rohman, Mahasiswa aktif sekaligus Presiden Mahasiswa STKIP PGRI Bangkalan 2026.

Tanpa keberanian untuk mengakui bahwa arah kebijakan pendidikan saat ini masih problematik, Indonesia berisiko terjebak dalam siklus reformasi semu, perubahan yang terlihat progresif di permukaan, tetapi tidak menyentuh akar persoalan. Pendidikan membutuhkan stabilitas, konsistensi, dan keberpihakan yang jelas pada kualitas serta keadilan. Bukan sekadar eksperimen kebijakan yang terus berganti tanpa arah yang pasti.

Jika Hardiknas hanya menjadi panggung untuk merayakan narasi keberhasilan yang prematur, maka kita sedang mengabaikan kenyataan bahwa sistem pendidikan nasional masih berada dalam kondisi yang rapuh. Lebih dari sekadar seremoni, yang dibutuhkan adalah keberanian politik untuk menghentikan eksperimen yang tidak terukur, memperkuat fondasi kebijakan berbasis riset, dan memastikan bahwa setiap langkah reformasi benar-benar berpihak pada peserta didik bukan pada kepentingan citra kekuasaan. Tanpa itu semua, Hardiknas tidak lebih dari ritual tahunan yang menutupi kegagalan struktural yang terus berulang.

Oleh: Abdur Rohman, Presiden Mahasiswa STKIP PGRI Bangkalan 2026.

Exit mobile version