Bangkalan – Hak belajar ratusan siswa SMP Negeri 2 Burneh, Kabupaten Bangkalan, diduga dikorbankan demi kepentingan pribadi guru. Pasalnya, seluruh siswa sekolah tersebut dipulangkan lebih awal sebelum pukul 10.00 WIB, diduga demi menghadiri acara pernikahan salah satu guru.
Pantauan di lapangan menunjukkan siswa berbondong-bondong meninggalkan lingkungan sekolah jauh sebelum jam pelajaran berakhir. Sejumlah siswa yang ditemui mengaku pemulangan dilakukan secara massal atas instruksi pihak sekolah.
“Disuruh pulang karena semua guru sama kepala sekolah mau ke acara nikahan,” ujar salah satu siswa.
Fakta ini memantik sorotan publik, mengingat pemulangan dilakukan di hari aktif sekolah dan bukan pada jam pulang normal.
Kepala SMPN 2 Burneh, Hartono, saat dikonfirmasi tidak membantah peristiwa tersebut. Ia mengakui bahwa siswa memang dipulangkan lebih awal karena adanya acara pernikahan guru.
“Memang kami pulangkan lebih awal karena ada acara nikahan salah satu guru. Tapi sebelumnya kami rapat dengan beberapa guru,” kata Hartono. Selasa (13/01/2026).
Namun, pernyataan itu justru menimbulkan pertanyaan baru. Rapat internal guru dinilai tidak dapat dijadikan pembenaran untuk memangkas hak belajar siswa yang telah diatur dalam kalender akademik dan kurikulum nasional.
