Opini  

Gaji Guru Honorer, Cermin Pendidikan

Putri Asna Zulfa.

Komentar lain dari akun @krucil berbunyi “honor apa horor”. Kemiripan bunyi antara kata honor dan horor menghasilkan permainan kata yang singkat, tetapi menyiratkan penilaian terhadap keadaan guru honorer. Kata horor digunakan untuk menggambarkan kondisi yang dianggap memprihatinkan. Ungkapan tersebut memperlihatkan bagaimana persoalan penghasilan dapat disampaikan melalui bahasa sederhana yang mudah diingat oleh pengguna media sosial.

Kedua komentar tersebut memperlihatkan bagaimana gaji guru honorer direpresentasikan melalui bahasa sehari-hari. Penghasilan yang dianggap rendah digambarkan sebagai persoalan yang bertentangan dengan besarnya tanggung jawab guru. Pilihan kata yang mencolok membuat kritik lebih mudah menarik perhatian dibandingkan pernyataan formal. Komentar tersebut tetap perlu dipahami sebagai ekspresi pengguna tertentu, bukan gambaran mutlak pendapat seluruh masyarakat.

Penelitian Zaelani dkk. (2025) mengenai gaya bahasa sindiran dalam kolom komentar TikTok pada akun Anies Rasyid Baswedan membahas berbagai bentuk sindiran yang digunakan warganet untuk menyampaikan tanggapan terhadap suatu persoalan. Kajian tersebut dapat menjadi landasan untuk memahami bahwa pilihan bahasa di media sosial dapat memuat penilaian dan kritik. Dalam konteks gaji guru honorer, pilihan kata dan permainan bunyi dapat memperlihatkan cara sebagian pengguna mengungkapkan keresahan mengenai kesejahteraan tenaga pendidik.

Exit mobile version