Vivin menegaskan, pihaknya terus mendorong para kader dan tenaga kesehatan di desa agar lebih aktif melakukan pendekatan kepada masyarakat. Edukasi dan sosialisasi menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kesadaran warga agar rutin datang ke Posyandu.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa Posyandu sekarang bukan hanya untuk bayi dan balita. Pelayanannya sudah terintegrasi untuk seluruh siklus kehidupan, mulai dari bayi, balita, anak, remaja, usia produktif sampai lansia,” jelasnya.
Selain meningkatkan kunjungan Posyandu ILP, Puskesmas Tragah juga mendorong optimalisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program tersebut dinilai penting sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko maupun masalah kesehatan yang dialami masyarakat.
Menurut Vivin, semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan, maka semakin cepat pula potensi masalah kesehatan dapat diketahui dan ditindaklanjuti.
“Kami juga terus mengajak masyarakat untuk memanfaatkan CKG. Jangan menunggu sakit baru datang ke fasilitas kesehatan. Dengan pemeriksaan secara berkala, kondisi kesehatan bisa diketahui lebih awal sehingga apabila ada faktor risiko atau masalah kesehatan dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan monev, Puskesmas Tragah juga mengevaluasi berbagai kendala yang ditemukan di lapangan. Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi bahan perbaikan agar pelayanan Posyandu ILP di masing-masing desa dapat berjalan lebih efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
