Diduga 13 Bulan Tak Gelar Lokmin, Warga Sukajeruk Soroti Kinerja Puskesmas Masalembu

Kantor Puskesmas Masalembu Tanpak Sepi Dari Pelayanan. (Foto : Jatiminfo.id).

Sumenep – Warga Desa Sukajeruk, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, menyoroti dugaan tidak dilaksanakannya Lokakarya Mini (Lokmin) oleh Puskesmas Masalembu selama kurang lebih 13 bulan.

Persoalan tersebut menjadi perhatian warga karena Lokmin merupakan instrumen penting dalam manajemen Puskesmas untuk membahas capaian kegiatan, hambatan pelayanan, koordinasi antarprogram, serta menyusun tindak lanjut dan rencana kegiatan berikutnya.

Karena itu, warga mempertanyakan bagaimana proses evaluasi internal dan koordinasi program di Puskesmas Masalembu apabila benar selama 13 bulan tidak terdapat kegiatan Lokmin sebagaimana yang dipersoalkan masyarakat.

Apalagi lokakarya mini merupakan bagian dari fungsi manajemen Puskesmas, termasuk untuk penguatan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, dan penilaian kinerja.

Ahmad Farid, menilai pembiaran terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang tidak disiplin dalam melaksanakan tugas-tugas pokok puskesmas merupakan cerminan gagalnya pengawasan berjenjang. Ia meminta Bupati Sumenep mengevaluasi kinerja kepala puskesmas masalembu.

“Ini bukan lagi soal internal Puskesmas, tapi sudah soal lemahnya sistem pengawasan, bagaimana mau melaksanakan kegiatan Lokmin kalau kapusnya jarang masuk kantor, Yang wajib membenahi adalah Bupati sebagai pemegang regulasi tertinggi di wilayah kabupaten Sumenep,” kata Farid, Rabu (23/9/2026).

Ahmad Farid juga meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep turun tangan untuk memastikan apakah Lokmin Puskesmas Masalembu selama periode tersebut benar-benar dilaksanakan atau tidak. Jika dilaksanakan, warga meminta adanya kejelasan mengenai jadwal, notulen, daftar hadir, serta hasil dan tindak lanjut kegiatan.

Exit mobile version