“Bhakti Pendidikan merupakan komitmen organisasi mahasiswa untuk menghadirkan gerakan yang berdampak bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang memiliki kepedulian terhadap masa depan pendidikan Indonesia,” kata Nabila.
Ketua STKIP PGRI Bangkalan Dr. Fajar Hadayatullah, M.Pd. menegaskan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam mendorong inovasi pendidikan.
Menurutnya, transformasi pendidikan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, akademisi, pemerintah, hingga masyarakat.
“Bhakti Pendidikan menjadi wadah penting untuk menumbuhkan kepedulian, memperkuat budaya akademik, serta melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan komitmen terhadap kemajuan pendidikan,” ujar Fajar.
Melalui penyelenggaraan Bhakti Pendidikan 2026, BEM KM STKIP PGRI Bangkalan berharap mampu memperkuat budaya intelektual di lingkungan kampus sekaligus melahirkan gagasan-gagasan yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan pendidikan nasional.
Kegiatan tersebut juga menjadi penegasan bahwa mahasiswa tidak hanya menjalankan fungsi akademik di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga berperan sebagai penggerak perubahan melalui pendidikan sebagai fondasi pembangunan bangsa.
