Madura tidak butuh sekadar nama di atas kertas presensi sidang, melainkan petarung politik yang mampu membawa perubahan struktural bagi tanah kelahirannya. Selama mentalitas “berebut mainan” ini dipelihara, selama itu pula kesejahteraan rakyat Madura akan tetap menjadi tumbal dari egoisme para elitenya.
Oleh: Masduki Fadli, aktivis dan pengamat politik asal Bangkalan.
