Menurutnya, musibah tersebut tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga korban, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat luas.
Terlebih, keluarga korban saat ini sejatinya tengah mempersiapkan tasyakuran tujuh bulanan atas kehamilan Nining.
“Ini ada doa keluarga korban yang diterima, sehingga di sini banyak yang merasa kehilangan. Sampai Bupati hadir, dari perwakilan Jawa Timur hadir dan saya pun hadir karena seperti sudah ada panggilan,” katanya.
Ali menuturkan, dirinya tergerak untuk hadir setelah mengetahui kondisi keluarga korban yang membutuhkan dukungan, terutama menjelang kelahiran anak yang masih berada dalam kandungan.
“Saya bantu Rp100 juta, Rp50 juta untuk anak yang ditinggalkan, Rp25 juta untuk orang tua korban dan Rp25 juta untuk biaya persalinan istrinya,” tambahnya.
Sementara itu, Azimatul Munirah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti di tengah kondisi keluarga yang baru kehilangan sosok suami sekaligus ayah.
Nining mengaku sempat merasa cemas memikirkan kebutuhan administrasi dan biaya persalinan setelah suaminya meninggal dunia.
“Terima kasih kepada Bang Ali atas bantuan biaya persalinannya. Saya sempat bingung dan pikiran ke mana-mana, karena biasanya urusan medis atau BPJS diandalkan dari suami. Bantuan ini sangat meringankan beban kami,” tutur Nining.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga almarhum, terutama untuk kebutuhan anak, orang tua korban, serta persiapan persalinan istri yang kini harus menjalani kehamilan tanpa didampingi sang suami.
