Oleh karena itu, pemerintah harus menjadikan kondisi ini sebagai peringatan serius untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. Ketergantungan pada solusi jangka pendek tidak akan menyelesaikan persoalan mendasar. Yang dibutuhkan adalah penguatan sektor produksi nasional, percepatan industrialisasi berbasis sumber daya domestik, pengurangan ketergantungan impor energi, serta perlindungan nyata terhadap kelompok masyarakat rentan.
Jika pemerintah gagal mengantisipasi dampak berantai dari pelemahan rupiah dan kenaikan BBM, maka yang akan terjadi bukan sekadar kenaikan harga, melainkan penurunan kualitas hidup masyarakat secara luas. Ketika harga naik, lapangan kerja tertekan, dan daya beli merosot, maka yang dipertaruhkan bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga stabilitas sosial.
“Ketika rupiah terpuruk dan BBM melonjak, yang dipertaruhkan bukan hanya angka-angka ekonomi, melainkan kemampuan rakyat untuk bertahan hidup.”
Oleh: Abd Kholik, Pengurus Bidang Kebijakan Publik PMII Jawa Timur
