“Kegiatan ini tidak dipungut biaya apa pun. Jika ada kebutuhan operasional, sifatnya seikhlasnya. Selama kurang lebih sembilan tahun, Banser Husada bergerak dengan semangat keistiqamahan dan kekompakan, dan alhamdulillah selalu dimampukan,” katanya.
Melihat tingginya partisipasi masyarakat, Anton berharap kegiatan pengobatan alternatif ini dapat dilaksanakan secara rutin, baik enam bulan sekali maupun minimal setahun sekali di Kecamatan Konang.
Salah seorang peserta, Moh. Shofiyulloh, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan pengobatan alternatif tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama untuk mengurangi nyeri dan keluhan tubuh. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan membawa keberkahan bagi semua,” ujarnya.
Kegiatan bakti sosial ini sekaligus memperkuat peran Banser dan Banser Husada sebagai garda sosial kemanusiaan NU yang hadir langsung di tengah masyarakat.
