Alat Perekaman e-KTP di Kokop Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Layanan Adminduk yang Tak Kunjung Dibuka

Tampak depan Kantor Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. (Foto : Istimewa).

Ia menilai alasan masih menunggu bimbingan teknis (Bimtek) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Bangkalan perlu segera ditindaklanjuti.

“Masyarakat tidak semestinya terus menjadi pihak yang menanggung dampak dari belum optimalnya koordinasi antarinstansi,” tegasnya.

Kondisi tersebut juga memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengadaan dan pemanfaatan perangkat perekaman e-KTP.

“Jika perangkat sudah tersedia namun belum dapat digunakan, kami tentu berhak mendapatkan penjelasan mengenai kendala, kesiapan petugas, serta kepastian kapan layanan tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Kokop, Yahya Rochman, menjelaskan bahwa belum beroperasinya alat perekaman e-KTP di Kecamatan Kokop sebelumnya disebabkan oleh sejumlah kendala teknis.

Menurutnya, keterbatasan jaringan WiFi, seringnya terjadi pemadaman listrik, serta belum terlaksananya Bimbingan Teknis (Bimtek) dari Dispendukcapil Kabupaten Bangkalan menjadi beberapa faktor yang membuat alat tersebut belum dapat digunakan.

Yahya memastikan seluruh kendala tersebut kini telah ditangani. Ia menargetkan layanan perekaman e-KTP di Kecamatan Kokop mulai beroperasi pada pekan depan.

“Nanti sebelum alat perekaman e-KTP ini dioperasikan, kami akan mengundang seluruh tokoh masyarakat dan kepala desa di Kecamatan Kokop. Insyaallah minggu depan sudah bisa beroperasi,” kata Yahya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (15/9/2026).

Exit mobile version