“Sangat tidak benar kalau ada pemukulan. Kalau dimarahi ya, namun marahnya saya itu seperti orang tua kepada anaknya,” kata Kholilurrahman.
Kholilurrahman juga mengungkapkan bahwa setelah kejadian tersebut, dirinya langsung meminta maaf kepada DS.
Menurutnya, meminta maaf kepada staf setelah memberikan teguran merupakan hal yang biasa dilakukannya.
“Saya sering minta maaf kalau sudah memberikan arahan dan pembinaan kepada staf,” tegasnya.
Dengan adanya klarifikasi dari DS dan Bupati Pamekasan tersebut, informasi mengenai dugaan pemukulan yang sempat viral di media sosial dinyatakan tidak benar. Kedua pihak menegaskan bahwa kejadian tersebut sebatas teguran dan kemarahan dalam konteks pembinaan terhadap staf.
